Guru Melek Teknologi Masih Belum Konkrit

Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada guru yang saat ini tengah berdinamika mengembangkan kompetensinya di bidang teknologi. Pemerintah pun semakin gencar menyuarakan kompetensi di bidang yang satu ini. Organiasi guru ataupun forum guru pecinta multimedia, blogging makin banyak bermunculan seiring dengan maraknya sosial media. Tetapi sejauh ini saya memandang, tataran ini masih berlaku pada tiap-tiap individu guru di tiap sekolah. Ada ketimpangan antara guru satu dengan lainnya, artinya hanya beberapa gelintir saja guru yang sadar akan pentingnya pengembangan teknologi. Ada banyak alasan yang tak dapat diurai satu persatu.

Di sebuah warung angkringan kami berdiskusi tentang pengembangan guru melek teknologi ini. Kami sepakat bahwa untuk dapat bersama-sama mengembangkan kompetensi teknologi di sebuah sekolah, perlu ada indikator pencapaian khusus yang dirancang bersama di sekolah tersebut.

Indikator pencapaian penguasaan teknologi bagi guru di sekolah tentu mempertimbangkan akan kebutuhan teknologi tersebut terhadap kemanfaatannya dalam pembelajaran. Berbicara masalah teknologi zaman sekarang masih terlalu abstrak karena banyak sekali teknologi yang perlu dibicarakan secara konkrit.

Di sini saya membuat sebuah simulasi contoh indikator pencapaian penguasaan teknologi bagi guru di sebuah sekolah:

  1. Memiliki email dan mampu mengoperasikannya untuk menulis dan membaca email.
  2. Mampu mengambil gambar, video dari internet untuk sumber bahan pembelajaran
  3. Mampu membuat sebuah media pembelajaran dengan microsoft powerpoint.
  4. Mampu membuat dokumen berbasis teks dengan microsoft word.
  5. Mampu membuat rekaman audio dengan program pengolah audio.

Saya yakin jika tiap sekolah menetapkan standar pencapaian kompetensi di bidang teknologi ini diberlakukan maka sekolah tersebut dapat mengukur peta kompetensi di bidang teknologi.

Pelaksanaanya pun bisa dilakukan bertahap melalui pelatihan intern yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Selain itu perlu dipertimbangkan pula sarana dan prasarana yang dapat mendukung pencapaian kompetensi tersebut di sekolah.

Semoga opini singkat ini dapat bermanfaat.